Selasa, 29 Juni 2010

MELATI di penghujung JUNI


ini sudah akhir Juni, tapi Melati masih setia menunggunya. ini sudah bulan yang kelima kamu bertahan, tapi Melati masih menantinya. Entah Melati bodoh atau memang dia gadis yang baik ? Bertahan untuk sesuatu yang belum pasti menjadi miliknya. Dia memang ada di deoan matamu Mel, tapi ? dia tidak melihatmu ! Arrrggghhhh dia melihatku kok ! Kamu saja yang terlalu khawatir kepadaku ! Bagaimana aku tidak khawatir, kamu sudah terlalu lama menunggunya sampai-sampai kamu tidak sadar jika waktumu sudah berlalu begitu saja. Siapa bilang aku tidak dapat apa-apa ?", kata Melati. Aku dapat keikhlasan dan tulus !, " sentak Melati.

Hah, omong kosong ! Kamu hanya pura-pura ikhlas, aku tahu kamu sakit ! Kedua matamua menunjukkan kerapuhan dan kelelahanmu. Sebenarnya kamu sudah lelah kan ? Tapi rasa takut kehilangan itu mengalahkan segalanya, apa dia terlalu berarti bagimu ? sampai-sampai kamu lupa bahwa luka-lukamu sebenarnya belum terlalu mengering, bahkan malah terus bertambah.

Aku tahu kamu lelah Melati, Juni sudah membutakan mata dan hatimu. Juni sudah membuatmu cengeng, bahkan Juni juga membuatmu harus menerima kenyataan yang seharusnya belum waktunya kamu dengar. Aku tahu Juni terlalu menyakitkan untukmu Melati, ,,,

Ini sudah tanggal 29 Melati, besok tanggal 30 dan Juni akan berakhir bukan ?
Lantas kalau Juni pergi aku mau apa ?" jawab Melati.
Sebentar lagi Juli, bukannya kamu hanya akan bertahan sampai JULI ?

Melati diam,

Ternyata Melati tidak mampu meninggalkan JULI, ada yang dia tunggu di bulan JULI, ada yang dia nanti di JULI, ada yang dia harapkan dari JULI....


Semoga JULI tidak menyakitkan ya TUHAN, " pinta Melati dalam hati.

aku hanya ingin JULIKU menjadi kado terindahku, semoga dia yang kutungu datang dan mengatakan apa yang seharusnya dia katakan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar