12:01, lewat satu detik dari berakhirnya hari jumat. Dan ini sudah hari sabtu, hari yang biasanya selalu dia tunggu. Melewati lima hari dalam seminggu hanya untuk “malam minggu” atau bahkan setiap hari dia anggap sabtu ? Karna sabtu selalu memberikan kesan yang haru, entah haru karna sendu atau haru karna galau, tapi yang pasti tadi itu Jumat ! Bukan sabtu ! Karna sabtu minggu ini tidak ada kamu,
Entah apa ini yang namanya bahagia atau terbawa suasana ? Entah ini jawaban yang dia cari atau hanya sekedar topik pembelok penunda waktu ? Dia tak tahu pasti. Hanya kamu dan Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya terjadi tadi Jumat, Hanya Tuhan yang tahu mana yang benar, mana yang jujur, atau mana yang hanya sekedar janji.
Tapi yang dia tahu pasti, dia kehilangan malam minggu tapi mendapat ganti malam sabtu..
Malam sabtu ! Jumat yang berujung dengan sebuah kecupan manis dikeningnya dan senyum damai sebagai penghantar tidur Melati malam itu tanpa perlu bangun pagi keesokan harinya dengan mata sembab karna menangis,
Karna sampai Juni pergi, dia masih menyimpan tanda tanya dan tanda koma..
Sepanjang hari tadi, Melati memang bingung, haru, sendu, dan sayu
Sampai-sampai sebungkus yang merah itu dia habiskan hanya karna dia sudah tak mampu menangis lagi,,
Dia sudah lelah dengan topeng memelas dan mata yang berkaca-kaca jika melihat setiap jarum jam terus berputar ke berikutnya,,,
Ini menandakan bahwa Melati harus segera menentukan ending dari cerita ini,,
Padahal Melati masih ingin terus mengulurnya,, karna dia masih menyimpan tanda tanya itu
Tapi tanda tanya itu pada malam sabtu itu berubah seketika menjadi titik !
Titik dan koma pun menghilang !
Masa bodoh jika titik itu nanti berubah dengan tanda seru atau lainnya
Tapi yang jelas , apa Melati tanyakan, apa yang Melati sesakkan sudah kamu paparkan
Melati tenang, melati tersenyum ,
Terimakasih Tuhan,, Kau memang tau secara pasti seberapa dalam luka Melati..
Terimaksih Tuhan,,karna esok hari Melati tak bangun dengan mata yang sembab,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar