Senin, 19 Juli 2010



Mungkin ini cuma cerita , atau bahkan hanya kilasan potongan adegan yang masih jauh dari klimaks. Tapi ini nyata, nyata karna rasa yang muncul benar-benar nyata. Bukan fiktif karna memang ada banyak tawa dan air mata di sana.

Tadinya saya masih mau berisirahat sejenak, sekedar melepaskan otot-otot saya yang mengencang karna baru saja melewati ribuan kilo jalan tak beraspal yang dipernuhi jutaan kerikil kecil.Sebenarnya saya masih ingin menghela nafas dan mengatur sirkulasinya karna degupan jantung yang berdetak keras seperti bom yang menunggu hitungan detik lalu meledak.

Daun-daun kering itu masih berserakan ! Saya ingin sekali membersihkannya ! Bukan dengan membakarnya, hanya ingin mengumpulkannya menyatukannya dengan akar pohon itu agar terurai kembali menjadi tanah.

Tiba-tiba angin menyapunya, tanpa permisi. Daun-daunku berhamburan !
Daun-daun itu pergi, terbang dengan ringannya terbawa angin.
Pohonpun hanya mampu diam ketika daun-daunnya pergi.


Apa pohon selalu seperti itu ? Selalu diam membiarkan sesuatu yang pernah menjadi bagian dari dirinya pergi dan tak kembali ?

Daun daun itu memang kering, lapuk dan rapuh. Tapi apa hanya karna itu, dia tak pantas untuk dipertahankan ?.


Meninggalkan dan ditinggalkan, pergi kemudian tergantikan , dilupakan lalu terlupakan

Cerita ini hanya potongan, tentang adegan perpisahan yang tidak melibatkan hati. Karna bukan kehendak masing-masing untuk menjadi yang meninggalkan atau yang ditinggalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar