Selasa, 10 Agustus 2010

Skenario part 2 *Saya juga makhluk Tuhan

Maaf jika saya abnormal dan tidak seperti kalian. Tapi ini bukan kehendak saya. Saya hanya berjalan sesuai alur cerita.

Saya memang terlahir sebagai seorang perempuan yang mungkin sedang beranjak menjadi wanita dewasa. Dan suatu hari nanti saya pasti akan menjadi wanita. Wanita dewasa dan calon ibu. Ibu yang memiliki surga di telapak kakinya. Dan saya ? Apa karna saya wanita, apakah mungkin ada surga di telapak kaki saya ?Jangan tanyakan masalah agama kepada saya, karna saya hanya akan tersenyum diam mengamati orang-orang menyebut nama Tuhan dengan nama dan cara-cara yang berbeda. Tapi Tuhan ? Tuhan tidak pernah mengkotak-kotakkan siapa, mereka yang menyebutnya. Semua adalah sama di mata-Nya !
Tapi kenapa kalian menganggap saya beda ?
Hanya karna saat ini saya tak bisa mencintai laki-laki ? Hanya karna saya serumah dengan seorang wanita sebaya saya yang bergaya maskulin dengan rambut cepak selama bertahun-tahun ?Tentang siapa dia, dan darimana dia, kalian tak perlu tau ! Cukup kalian tau bahwa selama ini dia adalah orang yang selalu ada dalam hidup saya setelah Tuhan dan ibu.
Berhentilah mencibir setiap kalian melihat kami saling menggandeng seperti remaja jatuh cinta.
Berhentilah menatapi kami dengan mata melotot dan mimik muka jijik.
Kami bukan bakteri, kami bukan sampah, kami bukan racun!!
Saya dan dia hanya wanita, sama-sama wanita seperti sebagian dari kalian.
Saya ini juga makhluk Tuhan, yang terlahir dari rahim suci Ibu saya.
Saya juga makan nasi, minum air putih, berpakaian dan waras. Lantas apalagi yang membuat anggapan kalian berbeda terhadap saya dan dia?
Jangan panggil aku Bi, namaku bukan Bi ! Itu bukan nama pemberian dari Tuhan !
Panggil saya dengan nama, bukan dengan sebutan yang kalian anggap jalang.
Ini memang terlarang, menantang dosa dan agama.
Tapi apakah saya salah ?
Saya hanya mencoba memupuk cinta pada tempatnya, kepada seseorang yang benar-benar cinta dan dicintai saya.
Tuhan saja yang menciptakan saya masih memberikan perpanjangan waktu kenapa kalian justru menghakimi dan seolah olah tau akan jalan hidup saya ?
Bukankah Tuhan menciptakan cinta ke dunia agar hidup pada tempatnya dan bahagia ?
Saat ini saya bahagia, benar benar bahagia. Lalu apalagi yang salah ?

1 komentar:

  1. bahagia bukan berarti benar loh
    menderita bukan berarti salah

    dan golongan kalian tidak akan pernah bertahan hidup tanpa "menumpang" dari golongan straight.

    bagaimana kalau golongan kalian "diasingkan" sama sekali dari kami yang straight?

    kalian akan musnah.

    kalian layaknya seperti benalu. benalu pun juga tumbuhan. dan juga ciptaan tuhan. tapi tidak berguna bagi kehidupan tumbuhan yang di tempelnya. cuman merugikan.

    sama kan?

    BalasHapus