Minggu, 08 Agustus 2010

skenario

Apakah anda pernah merasa selalu gagal dan selalu salah hingga pada akhirnya anda menyerah dan memutuskan untuk mundur ?

Malam ini mungkin sudah tak terhitung lagi saya bersahabat dengan rasa pesimis. Jika anda mengatakan saya pengecut mungkin ada kata-kata yang jauh lebih buruk yang lebih pantas untuk menginterpretasikan keadaan yang sedang saya hadapi saat ini.
Ini bukan persoalan berani atau tidak menghadapi hidup, bukan masalah bagaimana cara yang benar untuk mampu bertahan. Bukan juga masalah waktunya yang memang terkadang terkesan memaksa untuk dalam keadaan terpojok. Tapi ini abstrak ! Benar-benar abstrak !
Saya tidak tahu pasti apakah saya ini sedang waras atau setengah gila, saya juga tidak tahu pasti apakah saya ini jujur atau hanya pura-pura kuat. Tapi yang saya tahu pasti, saat menulis ini saya tidak dalam pengaruh alkohol dan asap nikotin. Saya juga tidak dalam keadaan galau dan mata sembab karna menangis. Saya benar-benar sadar ! Sadar dan abstrak.

Entah harus berapa kali lagi saya bertemu dengan orang gila agar saya mampu bertemu dengan orang waras. Entah harus berapa kali lagi saya bertemu dengan orang yang salah, memaafkannya kemudian memulai lagi untuk mempercayai orang baru dan mencoba menerima kehadirannya. Entah harus dengan cara apalagi saya harus menghilangkan bekas luka trauma karna orang-orang itu. Sudah banyak waktu yang saya habiskan untuk sekedar belajar memahami. Tapi ternyata itu belum cukup mungkin Tuhan masih menginginkan yang lebih. Episode ini masih berlanjut. Entah dengan pemain yang sama atau malah dengan pemeran pengganti dengan adegan yang lebih ironi. Lagi-lagi saya tak tahu, saya ini hanya aktor. Saya hanya berusaha untuk berjalan sesuai dengan alur cerita saja. Memang tidak ada jaminan bahwa ini akan happy ending. Tapi cobalah untuk lebih mengerti dan bersabar sampai kontrak ini habis. Tidak ada batas waktu disini. Ini bukan film yang dibatasi dengan durasi.Tidak ada satupun orang yang bisa memilih perannya sendiri, ataupun beramai-ramai ikut casting untuk mendapatkan peran yang diinginkan. Ini bukan audisi dadakan untuk pembuatan sebuah film pendek untuk festival. Ini cerita hidup ! Dengan sang sutradara dan produser Sang pemilik semesta. Jaminan untuk mendapatkan cerita happy ending masih blur disini. Alurnya pun tak mampu tertebak. Mereka yang mencoba menerka hanyalah manusia sok pintar sekaligus penonton yang tidak cerdas.
Datang, pergi, hidup dan mati adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar dalam cerita yang nyata ini.
Rasa sakit adalah konsekuensi ketika kita terlalu menikmati alur cerita tanpa merencanakan penutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar